Artikel - Artikel organisasi

menampilkan data dengan filter : Author nurmadiah nurdin hapus filter

Lingkungan dan Pengelolaan Daur Ulang Sampah

Lingkungan Dan Pengelolaan Daur Ulang Sampah: Menuju Masa Depan Yang Berkelanjutan

PENDAHULUAN

Lingkungan dan pengelolaan daur ulang sampah adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya menjaga keberlanjutan planet bumi. Semakin meningkatnya jumlah populasi manusia dan pola konsumsi yang tidak terkendali telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius, termasuk peningkatan limbah dan pencemaran. Untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi kita untuk memahami pentingnya lingkungan dan peran penting daur ulang dalam melindunginya. Pesatnya pertumbuhan populasi dan urbanisasi berpengaruh significant dalam meningkatkan volume sampah di perkotaan Jumlah sampah yang terus meningkat menciptakan tantangan bagi pemerintah kota dalam mengelola limbah.

Tempat pembuangan terbuka tidak hanya menimbulkan bau yang tidak sedap tetapi juga menimbulkan masalah lingkungan yang membahayakan kesehatan masyarakat karena menjadi tempat berkembangnya lalat, nyamuk, tikus yang merupakan vektor penyakit kronis lainnya.

Negara-negara berkembang menghadapi kendala dalam pengelolaan limbah karena ketergantungan pada sistem pengumpulan, transportasi, dan pembuangan. Pada 2030, dunia diperkirakan akan menghasilkan 2,59 miliar ton sampah setiap tahun dan diperkirakan akan mencapai 3,40 miliar ton pada tahun 2050, negara-negara berkembang diperkirakan akan meningkat 3 kali lipat sehingga pengelolaan sampah secara berkelanjutan disetiap negara harus dilakukan.

PEMBAHASAN

Lingkungan

Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup, misalnya tanah, pepohonan, dan para tetangga. Sementara abiotik mencakup benda-benda tak hidup. Pengertian lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan segala benda dan makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi keberlangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Lingkungan hidup mencakup ekosistem, perilaku sosial, budaya, dan juga udara yang ada.

Pada dasarnya, substansi lingkungan hidup meraba banyak objek kajian ilmu, antara lain polusi, pembuangan limbah, kerusakan lingkungan akibat pertambangan, kerusakan hutan, pembakaran hutan, pencemaran lingkungan, dan lingkungan yang mempengaruhi kehidupan manusia. Sehingga, tidak heran akhir-akhir ini persoalan lingkungan hidup selalu menjadi tema utama dalam perdebatan nasional, bahkan internasional. Alasannya, alam merespon kerusakan-kerusakan lingkungan yang terjadi dengan bencana banjir, tanah longsor, bahkan dalam skala yang lebih luas ialah pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini.

Perubahan fundamental untuk menjadikan bumi lebih baik adalah dimulai dari perubahan moral/perilaku manusia. Memandang pemulung sebagai komunitas yang penting bagi lingkungan adalah salah satu perwujudan dari bentuk manajemen ekosentris. Sebagai sebuah komunitas yang serasi dengan alam, pemulung masih belum dipandang penting bagi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pengelolaan Daur Ulang Sampah Daur ulang sampah adalah kegiatan mengolah kembali sampah atau produk habis pakai menjadi produk baru yang bermanfaat. Pembangunan yang
berkelanjutan dapat berarti supaya hidup lebih bermakna, tidak sekedar pemenuhan kebutuhan. Istilah keberlanjutan banyak dipakai dalam berbagai bidang termasuk keberlanjutan dalam pengelolaan sampah. Dalam beberapa tahun terakhir di beberapa negara, pembuangan sampah ke TPA telah diupayakan untuk dikurangi jumlahnya dengan regulasi yang lebih ketat, menggalakkan pengurangan sampah dari sumber (source reduction), penggunaan kembali sampah yang masih bisa digunakan dan daur ulang, serta produksi energi dari sampah.

Sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi memerlukan kerjasama dari semua pihak dan aspek. Salah satu aspek penting yaitu kurang memadainya peraturan hukum pengelolaan sampah berdampak pada tidak efisiennya pengelolaan sampah di Indonesia. Peraturan hukum yang ada tidak mengatur sistem pengelolaan sampah secara spesifik. Peraturan yang terbaru yang UU No. 18 Tahun 2008 tidak diimplementasikan dengan baik karena rendahnya tingkat pelayanan pengelolaan sampah.

Pemilahan sampah sebaiknya dilakukan sejak dari sumbernya, termasuk sampah rumah tangga. Di bawah ini adalah contoh bagan pemilahan sampah rumah tangga. Dalam rencana pengelolaan sampah perlu adanya metode pengolahan sampah yang lebih baik, peningkatan peran serta dari lembaga-lembaga yang terkait dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, peningkatan aspek ekonomi yang mencakup upaya meningkatkan retribusi sampah dan mengurangi beban pendanaan pemerintah serta peningkatan aspek legal dalam pengelolaan sampah.

Untuk mencapai hal tersebut di atas harus dilakukan beberapa usaha, diantaranya:

1)Perlu perubahan paradigma dari tujuan membuang menjadi memanfaatkan kembali untuk mendapatkan keuntungan;

2)Perlu perbaikan dalam sistem manajemen pengelolaan sampah secara keseluruhan; Untuk mencapai keberhasilan, maka perlu didukung oleh faktor- faktor input berupa sarana, prasarana dan kelembagaan produksi, distribusi, pemasaran, pengolahan dan lainnya. 

3)Pemanfaatan bahan kompos untuk taman kota dalam bentuk kampanye penghijauan dengan contoh-contoh hasil nyata sebagai upaya promosi pada masyarakat luas;

4)Upaya pemasaran bahan kompos bagi taman hiburan yang memerlukannya. Misalnya kebun binatang, kebun raya, taman buah dan sebagainya.

5) Sampah anorganik sebagai bahan baku industri. Budaya daur ulang sampah di Indonesia sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, namun masih harus terus dikembangkan, baik dari segi infrastruktur, teknologi maupun dari segi sistem organisasinya. Hal ini penting untuk dapat meningkatkan harkat dan martabat dari para pemulung.

6) dibuat aturan hukum yang bersifat mengikat yang berlaku bagi masyarakat agar dapat mengikuti aturan-aturan bagi terlaksananya pengelolaan sampah terpadu.

Berikut manfaat daur ulang sampah:

1. Mengurangi Pencemaran Lingkungan
Daur ulang sampah dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara. Dengan membatasi akumulasi sampah, daur ulang membantu mencegah polusi dan merusak ekosistem alami.

2. Konservasi Sumber Daya Alam
Daur ulang sampah dapat mengurangi kebutuhan akan bahan mentah baru. Dengan menggunakan kembali bahan bekas, kita
mengurangi penebangan pohon, eksploitasi tambang, dan ekstraksi sumber daya alam lainnya. Ini membantu melindungi habitat alam, mengurangi kerusakan lingkungan, dan melestarikan keanekaragaman hayati.

3. Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
Daur ulang sampah dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Proses produksi bahan baru seringkali memerlukan energi dan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Daur ulang mengurangi kebutuhan akan produksi bahan baru, sehingga mengurangi emisi yang terkait. Ini membantu memerangi perubahan iklim dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan.

4. Konservasi Energi
Daur ulang sampah menggunakan lebih sedikit energi dibandingkan dengan produksi bahan baru. Proses produksi dari bahan daur ulang umumnya memerlukan konsumsi energi yang lebih rendah, termasuk energi listrik dan bahan bakar fosil. Dengan mengurangi penggunaan energi, kita mengurangi ketergantungan pada sumber energi terbatas dan mengurangi dampak lingkungan yang terkait.

5. Pemulihan dan Penggunaan Kembali Bahan Bernilai
Daur ulang sampah dapat memulihkan dan mengurangi bahan-bahan bernilai. Dalam banyak jenis sampah, terdapat komponen yang masih memiliki nilai dan dapat digunakan kembali. Melalui daur ulang, bahan-bahan tersebut dapat dikelola dan diubah menjadi produk baru dengan nilai ekonomi. Misalnya, daur ulang logam dapat mengurangi kebutuhan akan tambang logam baru dan memperpanjang siklus hidup bahan tersebut.

6. Penciptaan Lapangan Kerja dan Dukungan Ekonomi
Industri daur ulang sampah menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Proses daur ulang melibatkan pemilahan, pengolahan, dan produksi bahan daur ulang, yang semuanya membutuhkan tenaga kerja. Ini memberikan peluang bisnis baru dan membantu masyarakat secara ekonomi.

7. Edukasi dan Kesadaran Lingkungan
Praktik daur ulang sampah dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pendidikan dan informasi tentang daur ulang, kita dapat membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan peran individu dalam menjaga lingkungan.

Gambar 1. Bak sampah untuk pemilahan sampah
Gambar 2. Sampah botol yang di daur ulang
Gambar 3. Sampah botol yang di daur ulang menjadi pot
Gambar 3. Sampah yang di daur ulang menjadi tas
Gambar 3. Sampah yang di daur ulang menjadi pupuk
Gambar 3. Sampah yang di daur ulang menjadi kerajinan tangan

Kesimpulan

Lingkungan yang sehat adalah hak bagi semua makhluk hidup di bumi ini. Pengelolaan daur ulang sampah adalah salah satu cara efektif untuk melindungi lingkungan dari dampak negatif sampah. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi planet ini. Setiap tindakan kecil yang kita lakukan dalam mendaur ulang sampah akan memberikan kontribusi besar bagi kesehatan lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang. Pengelolaan lingkungan dan daur ulang sampah juga langkah penting menuju masyarakat berkelanjutan. Daur ulang sampah membantu mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam, dan mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Namun, pencapaian ini memerlukan kolaborasi dari semua pihak, kesadaran masyarakat yang lebih tinggi, dan investasi dalam infrastruktur dan teknologi daur ulang yang lebih baik. Dengan upaya bersama, kita dapat mencapai lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Daftar Pustaka

Frederik Adolfus, Politik Lingkungan: Mempertegas Kebijakan Politik Dalam Mengatasi Lingkungan, FISIPOL UGM, Yogyakarta.
Meidiana C, Gamse T. 2010. Development of Waste Management Practices in Indonesia. European Journal of Scientific Research. ISSN 1450- 216X Vol.40 No.2 (2010): 199-210.
Moerdjoko S, Widyatmoko. 2002. Menghindari, Mengolah dan Menyingkirkan Sampah. Cet.1. PT. Dinastindo Adiperkasa Internasional. Jakarta.
Sujauddin, M., Huda, S.M.S., Hoque, A.R. Household Solid Waste Characteristics and Management in Chittagong, Bangladesh. J. Waste Manag. 2008, 28, 1688–1695.
https://umsu.ac.id/berita/daur-ulang-sampah-pengertian-manfaat-dan-cara/

Penulis,
Iyus Maslina, S.Pd
Sie pendidikan DYK Cab. Cibadak
Read More →
Pencarian